Miss Indonesia 2011: Saya Pernah "Overweight"

Kompas.com - 13/10/2011, 08:48 WIB

KOMPAS.com — Seorang wanita pasti ingin tampil cantik dan menarik. Begitu juga dengan Miss Indonesia 2011, Astrid Ellena Indriana Yunadi, yang juga ingin terlihat cantik, langsing, dan sehat. "Terlepas dari status sebagai Miss Indonesia, sebagai pribadi saya juga ingin terlihat cantik," ungkap Ellen—begitu sapaan perempuan ini—kepada Kompas Female, saat pengumuman "Miss Indonesia Goes to Miss World" di Hard Rock Cafe, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2011).

Faktor genetik dari kedua orangtuanya yang mudah naik berat badan rupanya menurun kepada Ellen. "Semasa SMA saya dulu termasuk gemuk dan sempat overweight," tukasnya. Tak jarang dengan tubuh yang menurutnya cukup berat, ditambah dengan pipinya yang terbilang chubby, Ellen jadi sering diledek teman-temannya. Setelah sadar akan pentingnya penampilan, Ellen pun mulai untuk melakukan diet.

Diet yang dilakukannya ini berhasil menurunkan berat badannya yang semula 55 kg menjadi 51 kg. "Namun, sekarang ini saya masih menjalankan diet dengan mengatur pola makan seimbang agar tubuh tidak tersiksa diet dan tetap sehat," bebernya.

Diet yang dilakukannya pun terbilang tidak begitu ketat. Ia hanya berolahraga, menghindari makanan yang berlemak, dan memperbanyak konsumsi serat dari buah dan sayur. Perempuan asal Jawa Timur ini mengaku hanya mengonsumsi makanan seperti daging dan makanan berlemak dalam porsi kecil seminggu sekali. Namun, satu hal yang penting: ia tak pernah meninggalkan sarapan.

"Sarapan itu penting, sebagai energi untuk memulai aktivitas, biasanya saya sarapan dengan sereal diet dan makan buah," tukasnya.

Meski demikian, sesekali ia juga masih berwisata kuliner untuk memuaskan kerinduannya akan makanan tradisional dan menambah kamus kulinernya sebagai salah satu bekal promosi pariwisata Indonesia. "Dengan mengetahui semua jenis makanan lokal Indonesia yang kaya, saya jadi punya bekal untuk dipamerkan di mata dunia," ucap penggemar gado-gado dan rujak cingur ini.

Ellen tak menampik bahwa bentuk tubuh yang indah juga merupakan nilai tambah bagi kecantikan. Namun, baginya, kecantikan seseorang tetap bersumber pada kecantikan dari dalam. "Setiap wanita itu cantik. Namun, yang membuat wanita bisa lebih cantik adalah ketika dia bisa percaya diri dan bersyukur dengan keadaan dirinya. Bila dua hal itu sudah dicapai maka dengan sendirinya kecantikan itu akan memancar," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau